6 Fakta Perbedaan Masker N95 dan Masker Bedah, Bagus Mana untuk Menyaring Virus? - Fakta.id

6 Fakta Perbedaan Masker N95 dan Masker Bedah, Bagus Mana untuk Menyaring Virus?

Last Updated 2020-01-26T11:15:18+00:00

Dear Fakta Mania! Selamat datang di Fakta.id yang kali ini akan membahas tentang fakta dua jenis masker paling populer yang sering digunakan oleh masyarakat, kira-kira masker dengan jenis mana yang paling baik.

Adapun dua jenis masker yang dimaksud adalah 'Masker Bedah dan Masker N95', kira-kira kalau menurut kalian lebih bagus yang mana? Daripada nebak-nebak terus, mending kita langsung bahas saja ya!

Berikut ini fakta-fakta mengenai perbedaan masker bedah dan masker N95:

1. Masker N95 lebih baik menyaring partikel kecil

Masker N95 lebih baik menyaring partikel kecil


Kalau berdasarkan teori yang ada, masker dengan jenis N95 akan lebih baik dalam melakukan penyaringan partikel-partikel halus jika dibandingkan dengan masker bedah atau yang biasa juga dikenal dengan istilah masker 'ojol' karena sering digunakan oleh driver ojek online.

2. Masker Bedah lebih dianjurkan untuk menghalau virus

Masker Bedah lebih dianjurkan untuk menghalau virus


Tetapi sangat unik karena untuk pencegahan virus seperti corona, Pakar Infeksi dari Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan kalau masker bedah lebih dianjurkan. Bukan hanya karena lebih praktis, masker bedah punya kemampuan untuk menangkap partikel droplet atau bercak dahak supaya tidak langsung masuk ke dalam sistem pernapasan.

Baca juga: (7 Fakta Wabah Virus Corona Di Mata Presiden China Xi Jinping)

3. Sehat dan sakit lebih dianjurkan menggunakan Masker Bedah

Sehat dan sakit lebih dianjurkan menggunakan Masker Bedah


Untuk yang sakit, lapisan dari kain di dalam masker bedah dianggak juga sangat bisa diandalkan untuk menahan droplet keluar dan mencemari lingkungan sekitarnya. Begitu pula untuk yang sehat, partikel droplet bakal tertangkap oleh lapisan kain sebelum masuk ke dalam hidung dan mulut.

4. Masker N95 tidak cocok untuk masyarakat

Masker N95 tidak cocok untuk masyarakat

Walau memang mempunyai kemampuan penyaring yang baik, tetapi disebutkan bahwa masker N95 ini tak cocok untuk mayoritas masyarakat. Seperti Fakta.id salin dari pernyataan Direktur Eksekutif National Centre for Infectious Diseases di Singapura, Leo Yee Sin yang menganjurkan masyarakat menggunakan masker bedah sedangkan untuk masker N95 digunakan oleh petugas medis saja.

Baca juga: (5 Fakta Kondisi Mahasiswa Asal Indonesia di Wuhan saat Virus Corona Menyebar)

5. Kenyamanan pakai Masker Bedah lebih diutamakan

Kenyamanan pakai Masker Bedah lebih diutamakan

Pertimbangan lainnya yaitu tentang kenyamanan saat digunakan. Desainnya yang lebih rapat, jenis masker N95 dianggap tidak terlalu cocok untuk masyarakat umum. Hal ini lantaran dengan menggunakan masker N95, orang tersebut akan sedikit kesulitan dalam bernafas dan berkegiatan normal.

"Kalau kamu pakai masker N95 dan bisa bernapas dengan mudah dan nyaman, kamu salah pakai dan tidak berguna. Menurutmu terlindungi, padahal tidak," kata Leo Yee Sin.

6. N95 dibutuhkan saat berada dalam situasi 'High Risk'

N95 dibutuhkan saat berada dalam situasi 'High Risk'

Berdasarkan pernyataan dr Diah Handayani, SpP dari RS Paru Persahabatan, masker N95 dibutuhkan hanya pada situasi yang penuh dengan risiko tinggi saja. Misalnya saat berada di dalam rumah sakit atau tengah berada di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara buruk.

"Kalau nggak nyaman, malah buka pasang juga," ucapnya.

Kalau untuk Fakta mania bagaimana? Apakah kalian lebih suka menggunakan masker N95 atau masker bedah?