Fakta.id

8 Contoh Cerpen Pendidikan sebagai Referensi Mengerjakan Tugas

Atta Fakta - 28-02-2023 03:02
8 Contoh Cerpen Pendidikan sebagai Referensi Mengerjakan Tugas
8 Contoh Cerpen Pendidikan sebagai Referensi Mengerjakan Tugas

Tema pendidikan menjadi salah satu yang paling sering dijadikan tugas untuk membuat cerita pendek atau cerpen.

Contents [ Buka ]

Pendidikan juga menjadi salah satu tema untuk cerita pendek atau cerpen yang sering diberikan oleh guru. Maka dari itu, sekarang Fakta.id akan memberikan sejumlah referensi terbaik untuk contoh cerpen dengan tema pendidikan.

Tidak perlu lama-lamaya, langsung saja, berikut ini adalah sejumlah contoh cerpen pendidikan yang bisa fakta.id beirkan:

Cinta dan Belajar

Cerpen Pendidikan
Cerpen Pendidikan

Kerusuhan di sekolah menjadi kebiasaan di hari-hari ini. Suara tawa, menyanyi dan jeritan terdengar kencang. Semuanya berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Hanya ada satu orang yang diam.

Dia adalah Siti. Siti tidak banyak bicara, cukup pendiam. Dia tidak berani melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti teman-temannya. Dia tidak suka mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah. Hanya ada satu hal yang dia sukai.

Itu adalah belajar.

Siti sangat suka belajar. Dia belajar dengan giat dan semangat. Dia tidak pernah bosan untuk belajar. Setiap hari, dia selalu bangun pagi untuk mengulang pelajaran yang dia belum mengerti.

Suatu hari, di sekolah ada tes. Semua siswa berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai terbaik. Siti juga berusaha keras untuk mendapatkan nilai terbaik.

Siti berhasil menjadi yang terbaik dalam tes tersebut. Semua siswa bersorak dan berteriak, "Siti, Siti!"

Tapi ada satu orang yang berdiri di belakangnya. Dia berdiri dengan senyuman di wajahnya. Itu adalah temannya yang selalu membantu Siti belajar. Siti tersenyum pada temannya dan berterima kasih.

Temannya membalas senyuman Siti, dan berkata, "Karena cinta kamu terhadap belajar, kamu berhasil mendapatkan nilai terbaik."

Kata-kata temannya itu mengingatkan Siti bahwa dengan cinta dan belajar, setiap siswa dapat mencapai tujuannya.

Siti meletakkan pena di atas meja dan menganggukkan kepala mengiyakan.

Kupu-Kupu Berdiri

Cerpen Pendidikan
Cerpen Pendidikan

Usia tak bisa berjalan seperti angin. Semua tahu kalau usia harus berjalan perlahan. Terlebih lagi usia anak-anak, yang merupakan masa paling indah dalam hidup seseorang.

Tak terbayangkan kenikmatan menjadi anak-anak yang masih bisa bermain dengan bebas. Pada saat itu, mereka masih tak memikirkan beban kehidupan yang bisa datang pada masa depan.

Namun kenyataan tak selalu indah. Tak semua anak-anak memiliki kesempatan yang sama untuk bermain dan belajar.

Bapak Suyatno merupakan guru di sebuah desa. Ia merasa bahwa anak-anak di desa ini banyak yang bermasalah. Banyak di antara mereka yang tak tahu apa pun tentang belajar.

Untuk itu, Bapak Suyatno mengadakan program belajar untuk anak-anak di desa ini. Dengan program ini, ia berharap anak-anak di desa ini bisa mempelajari hal-hal yang berguna untuk kehidupan mereka.

Di hari pertama pelajaran, Bapak Suyatno merasa shock. Anak-anak itu hanya duduk diam. Mereka tak bergerak sama sekali. Mereka terlihat takut, seakan takut untuk bergerak.

Bapak Suyatno tahu bahwa anak-anak itu ragu untuk bergerak. Mereka tak tahu bagaimana caranya untuk bermain dan belajar.

Bapak Suyatno berpikir keras. Ia tahu jika itu adalah masalah yang harus diselesaikan. Maka ia pun mengajak anak-anak itu keluar untuk berkeliling di kebunnya.

Di sinilah Bapak Suyatno berhasil menarik anak-anak itu. Mereka tertarik dengan keindahan kebun. Mereka melihat aneka kupu-kupu yang terbang di udara.

Bapak Suyatno pun mengajak anak-anak untuk berlatih membuat kupu-kupu dari kertas. Ia menjelaskan bagaimana caranya membuat kupu-kupu dan memberikan contoh.

Setelah berlatih beberapa saat, anak-anak pun mulai memahami bagaimana cara membuat kupu-kupu. Mereka pun bersemangat untuk membuat kupu-kupu dari kertas.

Akhirnya, anak-anak pun berhasil membuat kupu-kupu dari kertas. Mereka merasa bangga karena sudah berhasil membuat sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya.

Berdiri di tengah kebun, anak-anak itu melepaskan kupu-kupu yang mereka buat. Mereka tersenyum lebar, dan saling bertukar pandangan bahagia.

Itulah kenikmatan menjadi anak-anak. Mereka belajar dan bermain dengan bebas. Bapak Suyatno pun tersenyum melihat anak-anaknya yang berdiri di tengah kebun dengan senyuman bahagia.

Semua anak-anak pun merasa bahwa mereka bisa banyak belajar. Mereka tahu bahwa belajar adalah cara terbaik untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Kupu-kupu berdiri di tengah kebun, menggambarkan bahwa anak-anak di desa ini pun mengerti arti penting dari pendidikan. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Anak-anak pun berjanji untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Mereka bertekad untuk berusaha keras dalam belajar, agar mereka bisa membuat masa depan yang lebih baik.

Cerpen Pendidikan

Cerpen Pendidikan
Cerpen Pendidikan

Hari itu, sebuah suara berdering di sekolah. Suara itu menandakan bahwa waktu pelajaran telah usai. Siswa-siswi berlalu lalang keluar ruangan. Mereka terlihat bersemangat.

Namun, di salah satu ruangan, ada seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangkunya. Dia adalah Suhaimi. Suhaimi termasuk anak yang pandai. Namun, dia jarang memperhatikan pelajaran dan mengerjakan tugas-tugasnya dengan serius.

Guru yang mengajar Suhaimi menyadari hal tersebut dan memanggilnya. Guru tersebut berkata, “Suhaimi, saya tahu bahwa kamu adalah seorang anak yang pandai. Namun, mungkin kamu tidak menggunakan potensi kamu dengan maksimal. Apakah kamu mau mendengarkan saran saya?”

Suhaimi sedikit tertegun. Namun, dia pun mengangguk. Guru tersebut melanjutkan, “Kalau begitu, cobalah untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas-tugasmu. Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuanmu.”

Suhaimi mengangguk lagi. Dia pun berjanji untuk mengerjakan tugas-tugasnya dengan lebih baik dan menggunakan potensinya sebaik mungkin.

Dari hari itu, Suhaimi benar-benar berubah. Dia lebih serius dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Ia juga mengikuti pelajaran dengan antusias.

Beberapa waktu kemudian, Suhaimi mendapatkan nilai yang sangat baik. Guru-gurunya pun dengan bangga menceritakan prestasi Suhaimi ini kepada orang tua-orang tua siswanya.

Pesan moral yang dapat diambil dari cerpen ini adalah bahwa jika kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas-tugas kita, kita akan dapat mencapai tujuan kita. Jangan biarkan potensi diri kita terbuang sia-sia.

Mimpi

Kulihat rambutku bergerak di udara lembut, ada sesuatu yang menarik perhatianku. Aku menatap ke arah rambutku dan melihat seorang anak laki-laki berdiri di hadapanku. Dia memakai seragam sekolah dan menatapku dengan mata yang bersinar.

Aku terdiam. Aku merasa takut, tapi aku tak bisa mengambil pandangan darinya. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan.

"Hai, namaku Danial," katanya sambil tersenyum.

Aku mengangguk dan tersenyum.

"Aku datang kesini untuk membantumu," katanya.

Aku menatapnya bingung.

"Aku tahu kamu bingung, tapi aku bisa membantumu belajar dengan lebih baik," katanya.

Aku tidak yakin dan masih merasa takut.

"Aku tahu kamu masih ragu, tapi kamu harus percaya kepadaku," katanya.

Aku berpikir sebentar dan lalu mengangguk.

"Baiklah, mulai dari sekarang kamu harus belajar dengan baik dan berjuang untuk meraih sukses," katanya.

Aku mengangguk lagi. Aku merasa bersemangat.

Danial menatapku dan tersenyum. "Aku yakin kamu bisa," katanya.

Aku tersenyum dan mengangguk. Aku tahu aku bisa!

Rindu Orang Tua

Hari itu, aku duduk di kelas tatkala guru menyampaikan materi pelajaran. Aku mendengar dengan jelas, namun di kepalaku ada pikiran lain. Pikiran yang berputar-putar melingkari masalah yang tengah aku hadapi.

Aku ingin menangis. Aku ingin menangis karena rindu orang tua. Hanya mereka yang bisa membuat hatiku merasa nyaman. Hanya mereka yang bisa mengisi lubang kosong yang ada di hatiku. Aku merasa begitu kesepian tanpa mereka.

"Hai! Kau baik-baik saja?" tiba-tiba seseorang memanggilku. Aku menoleh dan melihat ada seseorang yang tengah memanggilku. "Kau kenapa? Kau nampak sedih," tanyanya.

Aku mengangguk. Aku mengaku kalau aku sedang merindukan orang tua. "Aku tahu perasaanmu. Aku juga merasakan hal yang sama," ungkapnya.

Mendengar ungkapannya, aku merasa lebih baik. Aku merasa bahwa ada seseorang yang mengerti perasaanku. Aku tersenyum dan menyimak pelajaran yang tengah disampaikan guru.

Ketika pelajaran berakhir, aku berangkat pulang dengan hati yang penuh harapan. Aku berharap orang tua akan datang menjemputku. Dan benar saja, orang tua ku ada di depan pintu sekolah.

Mereka menyambutku dengan senyuman. Aku langsung memeluk mereka tanpa ragu. Aku merasakan kehangatan yang tak terhingga. Aku merasa bahwa orang tua adalah tempat yang paling nyaman untukku.

Aku merasa bersyukur karena mereka ada. Aku pun bertekad untuk selalu menjaga hubungan dengan orang tua agar tetap erat. Dengan begitu, aku bisa merasakan kehangatan yang tak terhingga di saat aku rindu orang tua.

Hobi Belajar

Di sebuah sekolah menengah, ada seorang siswa bernama Agus. Dia suka belajar, tapi juga suka bermain.

Agus berangkat ke sekolah semangat setiap hari. Ia selalu hadir di kelas tepat waktu. Ia juga berusaha untuk mengikuti pelajaran dengan baik. Ia bahkan mencoba untuk memahami materi lebih dari yang diajarkan guru.

Agus masih punya waktu untuk bermain. Ia sering bermain bola di sela-sela waktu. Dia juga gemar menonton film dan bermain game di waktu luang. Namun, dia tetap menyimpan waktu untuk belajar.

Agus memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar. Ia melihat setiap pelajaran sebagai tantangan yang harus dipecahkan. Ia berusaha keras untuk berhasil di setiap pelajaran.

Walaupun Agus suka bermain, dia tahu bahwa belajar adalah hal yang paling penting. Dia menyadari bahwa jika dia bisa menguasai semua pelajaran, dia akan mendapatkan hasil yang baik.

Agus berhasil menyelesaikan masa sekolahnya dengan nilai yang luar biasa. Ia lulus dengan nilai yang sangat baik. Ia menjadi siswa terbaik di kelasnya.

Agus berhasil membuktikan bahwa bermain dan belajar dapat berjalan bersama. Ia menunjukkan bahwa belajar dan bermain dapat didukung oleh semangat dan komitmen.

Cita-cita

Dalam sebuah desa terpencil yang bernama Simpang, tinggal seorang anak bernama Jaka. Jaka adalah anak kedua dari tiga bersaudara, dengan ayah dan ibu yang bekerja sebagai petani. Ia adalah anak yang sederhana dengan hanya memiliki sebuah sekolah dasar di desa tersebut.

Jaka adalah anak yang sangat pintar, namun ia tidak mampu membayar biaya sekolah yang mahal. Ia hanya bisa bermimpi melalui buku-buku yang ia baca. Beruntung, pada suatu hari, ada seorang pengusaha yang tinggal di desa tersebut yang ingin membantu Jaka. Ia menawarkan bantuan untuk membayar biaya sekolah dan membiayai Jaka untuk melanjutkan sekolahnya.

Jaka sangat senang dengan bantuan itu. Ia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh, dan berjuang untuk mencapai cita-citanya. Ia terus berusaha, dan belajar dengan sungguh-sungguh. Di akhir tahun ajaran, ia lulus dengan nilai yang sangat baik.

Ketika masa lulus selesai, Jaka mengirim surat kepada pengusaha yang telah membantunya. Ia mengucapkan rasa terima kasih yang tulus atas bantuan yang telah diberikan. Jaka menyadari bahwa tanpa bantuan itu, ia tidak akan dapat melanjutkan pendidikannya.

Dengan bantuan yang ia terima, Jaka berhasil mencapai cita-citanya dan menjadi seorang guru di sekolah dasar di desa Simpang. Ia bahkan bisa mengajar di sekolah yang sama yang pernah ia tempati. Ia sangat bersyukur atas bantuan yang telah diberikan kepadanya, dan bertekad untuk terus berjuang demi masa depan anak-anak yang ada di desanya.

Berusaha Keras

Cerpen Pendidikan
Cerpen Pendidikan

Di sebuah sekolah menengah, ada seorang siswa bernama Agus. Dia suka belajar, tapi juga suka bermain.

Agus berangkat ke sekolah semangat setiap hari. Ia selalu hadir di kelas tepat waktu. Ia juga berusaha untuk mengikuti pelajaran dengan baik. Ia bahkan mencoba untuk memahami materi lebih dari yang diajarkan guru.

Agus masih punya waktu untuk bermain. Ia sering bermain bola di sela-sela waktu. Dia juga gemar menonton film dan bermain game di waktu luang. Namun, dia tetap menyimpan waktu untuk belajar.

Agus memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar. Ia melihat setiap pelajaran sebagai tantangan yang harus dipecahkan. Ia berusaha keras untuk berhasil di setiap pelajaran.

Walaupun Agus suka bermain, dia tahu bahwa belajar adalah hal yang paling penting. Dia menyadari bahwa jika dia bisa menguasai semua pelajaran, dia akan mendapatkan hasil yang baik.

Agus berhasil menyelesaikan masa sekolahnya dengan nilai yang luar biasa. Ia lulus dengan nilai yang sangat baik. Ia menjadi siswa terbaik di kelasnya.

Agus berhasil membuktikan bahwa bermain dan belajar dapat berjalan bersama. Ia menunjukkan bahwa belajar dan bermain dapat didukung oleh semangat dan komitmen.

Editor: Jinan Vania Barizky