Fakta.id

Trias UKS: Definisi, Fungsi dan Manfaatnya bagi Sekolah

Mendy - 16-08-2023 09:52
Trias UKS: Definisi, Fungsi dan Manfaatnya bagi Sekolah
Trias UKS: Definisi, Fungsi dan Manfaatnya bagi Sekolah

Trias UKS adalah tiga komponen utama sebagai pedoman bagi unit kesehatan sekolah, dalam upaya meningkatkan dan memelihara kesehatan di lingkungan sekolah.

Contents [ Buka ]

Pernahkah Anda mendengar istilah Trias UKS? Istilah ini pasti sudah tidak asing lagi di lingkungan sekolah. Hampir semua sekolah pasti memiliki unit kesehatan yang berpedoman pada tiga program pokok ini.

Tetapi, tidak sedikit siswa yang belum memahami dengan baik terkait UKS dan tiga program pokok yang dimilikinya. Padahal, memahami arti dan fungsi dari tiga program pokok ini merupakan hal yang penting bagi setiap siswa.

Arti Trias UKS

Seperti yang diketahui, UKS merupakan singkatan dari Unit Kesehatan Sekolah yang merupakan upaya dari setiap satuan pendidikan untuk menanamkan, mengembangkan, dan meningkatkan kemampuan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, UKS berpedoman pada tiga program pokok yang disebut Trias Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Program ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran akan hidup sehat pada peserta didik yang ada di lingkungan sekolah.

Selain itu, tiga program ini juga memuat pedoman bagi UKS untuk bisa memberikan pertolongan pertama kepada siswa dan warga sekolah yang mengalami gangguan pada kondisi kesehatan. Hal ini tercermin dari logo UKS yang berbentuk segitiga dengan warna dasar hijau.

Komponen Trias UKS

Unit kesehatan sekolah menjalankan tiga program utama yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pengembangan lingkungan sehat di sekolah. Berikut ini adalah penjabaran dari tiga komponen UKS tersebut.

1. Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan adalah sebuah upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan tentang kesehatan berupa bimbingan kepada peserta didik. Pendidikan kesehatan ini meliputi segala aspek tentang kesehatan mulai dari fisik, mental, dan sosial.

Tujuan dari pendidikan kesehatan yaitu agar siswa bisa memahami pengetahuan terkait kesehatan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan kesehatan ini dijalankan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

Kegiatan intrakurikuler dilakukan melalui pendidikan saat jam pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjaskes). Sedangkan, ekstrakurikuler meliputi kegiatan di luar jam pelajaran dan di luar sekolah, misalnya penyuluhan gizi atau penyuluhan narkoba.

2. Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan di sekolah berfokus pada upaya peningkatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan yang dilakukan secara terpadu pada siswa dan warga sekolah di bawah koordinasi guru pembina UKS dan bimbingan teknis serta pengawasan Puskesmas setempat.

Tujuan utama pelayanan kesehatan adalah meningkatkan kesehatan peserta didik dan seluruh warga sekolah secara optimal. Tim kesehatan dari Puskesmas bekerja sama dengan guru dan kader kesehatan sekolah untuk melaksanakan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah.

3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat

Tujuan dari pembinaan lingkungan sekolah dalam Trias UKS adalah menciptakan lingkungan yang sehat di sekolah agar semua anggota sekolah dapat mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Pembinaan ini dilakukan baik untuk lingkungan fisik maupun non fisik.

Pembinaan lingkungan fisik meliputi tempat-tempat seperti kantin sekolah, bangunan dan ruang kelas, air bersih dan sanitasi, kepadatan ruang kelas, jarak papan tulis, meja dan kursi, serta pencahayaan ventilasi dan juga kebisingan.

Sementara itu, pembinaan lingkungan non fisik berfokus untuk memperbaiki dan membina perilaku warga sekolah, seperti pembinaan tentang larangan merokok, budaya membuang sampah, mencuci tangan dengan sabun, serta memilih menu makanan yang sehat.

Fungsi dan Tujuan Tiga Program Pokok UKS

Tujuan utama dari Trias Unit Kesehatan Sekolah dia itu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan siswa secara menyeluruh. Program ini memiliki fungsi promotif, preventif, dan kuratif.

Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dan warga sekolah dalam menjaga kesehatan diri sendiri, mencegah penyakit, memberikan perawatan dan penanganan pertama, dan menjaga lingkungan agar tetap sehat.

  1. Fungsi peningkatan (promotif): Fungsi yang berfokus pada upaya pencegahan dan promosi kesehatan di kalangan siswa di sekolah.
  2. Fungsi pencegahan (preventif): Fungsi yang berkaitan dengan tindakan pencegahan penyakit dan cedera di sekolah.
  3. Fungsi penyembuhan dan pemulihan (kuratif): Fungsi yang berkaitan dengan pengobatan dan penanganan masalah kesehatan yang muncul di sekolah.

Berdasarkan fungsi dan tujuan di atas, terlihat bahwa UKS memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan di lingkungan sekolah.

Implementasi Program Trias UKS

Berdasarkan fungsi promotif, preventif, dan kuratif, terdapat beberapa program yang bisa dilakukan di sekolah. Berikut adalah contoh program pelaksanaan fungsi UKS dalam rangka menjaga kesehatan di sekolah.

1. Fungsi Peningkatan (Promotif)

Fungsi promotif bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa dan warga sekolah tentang pentingnya gaya hidup sehat. Berikut ini adalah contoh program yang bisa dijalankan melalui fungsi promotif.

  1. Mengadakan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman tentang pola hidup sehat, seperti gizi, kebersihan diri, dan pentingnya berolahraga.
  2. Mengadakan kampanye dan kegiatan promosi kesehatan yang mendukung perilaku positif di kalangan siswa.
  3. Mendorong pembentukan kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa dan mempromosikan lingkungan yang mendukung kesehatan.

2. Fungsi Pencegahan (Preventif)

Fungsi preventif dalam Trias UKS bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit dan cedera di sekolah. Berikut adalah contoh program UKS yang bisa dijalankan.

  1. Mengadakan vaksinasi rutin dalam rangka melindungi siswa dari penyakit menular.
  2. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan.
  3. Mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada di lingkungan sekolah, seperti sanitasi yang buruk dan penyebaran penyakit menular.
  4. Mengajarkan keterampilan hidup sehat kepada siswa dan warga sekolah, seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan diri.

3. Fungsi Penyembuhan dan Pemulihan (Kuratif)

Tujuan dari fungsi kuratif yaitu memberikan perawatan kesehatan dasar dan juga penanganan masalah kesehatan yang terjadi di sekolah. Berikut adalah contoh program fungsi kuratif yang bisa dijalankan di sekolah.

  1. Menyediakan pertolongan pertama ketika siswa mengalami cedera atau saat ada kejadian darurat kesehatan.
  2. Memberikan perawatan dasar untuk penyakit atau luka ringan di UKS.
  3. Menyediakan pelayanan kesehatan dasar yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, dan penyediaan obat-obatan dasar.
  4. Merujuk siswa yang memerlukan perawatan medis lebih lanjut ke fasilitas kesehatan yang lebih besar.

Manfaat Trias UKS bagi Sekolah

Jika program pokok UKS dapat dijalankan dengan baik, maka akan mendatangkan banyak manfaat khususnya bagi lingkungan sekolah dan unsur-unsur di dalamnya. Berikut ini adalah manfaat menjalankan program pokok UKS.

  1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersihan di kalangan siswa dan warga sekolah.
  2. Menurunkan angka absensi siswa akibat penyakit, karena programnya yang berfokus pada pencegahan dan pengobatan dini penyakit.
  3. Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat, sehingga siswa dapat berkonsentrasi dan mencapai prestasi akademik.
  4. Membantu mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan sekolah
  5. Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan kesehatan dan kebersihan, sehingga mengembangkan sikap peduli di kalangan siswa.

Jika program UKS dijalankan dengan baik, maka Trias UKS bisa menjadi landasan kokoh yang berperan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan sekolah. Program ini akan memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah untuk pembelajaran yang optimal.

Editor: Jinan Vania Barizky

TAGS