Fakta.id

10 Tips Mengajarkan Anak Menulis yang Baik dan Benar

Febriyan Cahya Yudha - 22-12-2023 12:15
10 Tips Mengajarkan Anak Menulis yang Baik dan Benar
10 Tips Mengajarkan Anak Menulis yang Baik dan Benar

Sebagai orang tua, Anda perlu untuk mencari tahu tentang tips mengajarkan anak menulis. Pasalnya, kegiatan menulis tersebut dapat memberikan hal baik terutama untuk melatih kemampuan motorik anak sejak dini.

Contents [ Buka ]

Dengan menguasai kemampuan menulis, si kecil dapat belajar untuk berekspresi dalam menyalurkan emosi serta pikirannya. Selain itu, bisa menulis lebih awal juga dapat memudahkan anak saat memasuki jenjang sekolah.

Namun, tentu untuk dapat mengajarkan kemampuan tersebut pada si buah hati bukanlah hal mudah. Nah, untuk mengatasi kendala-kendala dalam mengajarkan menulis, Anda bisa menyimak beberapa tips berikut ini.

Tips Mengajarkan Anak Menulis dengan Benar

Dengan mengetahui tips mengajarkan anak menulis, proses belajar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah berbagai tips penting yang bisa digunakan untuk mengajarkan anak menulis.

1. Siapkan Tempat Nyaman

Pada saat mengajarkan menulis, pastikan Anda menyiapkan tempat belajar yang nyaman. Hal tersebut dilakukan supaya anak merasa lebih betah dan nyaman pada saat belajar menulis.

Selain itu, menyediakan tempat nyaman juga dapat menghindarkan anak merasa pegal pada saat menulis. Tempat yang nyaman juga bisa mencegah anak mengalami postur bungkuk dikarenakan posisi tidak nyaman saat belajar tulis.

Dalam mempersiapkan tempat belajarnya, pastikan meja yang digunakan tidak terlalu tinggi. Hal itu supaya tidak mengganggu pergerakan tangan pada saat membuat tulisan sehingga hasilnya dapat rapi.

Untuk dapat menambah kenyamanan, bisa juga diberikan pendingin ruangan supaya tidak merasa gerah. Namun, hal ini sifatnya opsional saja sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap keluarga.

2. Buat Suasana Belajar Jadi Menyenangkan

Waktu terbaik untuk mengajarkan anak mulai belajar tulis adalah di usia 3 hingga 4 tahun. Usia tersebut merupakan masa emas di mana anak dapat mencerna apa yang diajarkan kepadanya.

Namun, tentu supaya proses belajarnya dapat efektif, Anda perlu menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan. Pastikan bahwa kegiatan tersebut tidak memberikan beban dan tekanan kepada sang buah hati.

Sebagai contoh, dalam proses belajarnya bisa diberikan dengan permainan atau bernyanyi. Hal tersebut bisa membuat anak tetap merasa rileks, tenang, dan merasa senang sehingga proses belajarnya dapat diterima dengan baik.

Untuk dapat menarik perhatian dari si kecil, Anda dapat memakai jenis alat tulis warna. Alat tulis tersebut bisa menggunakan spidol, crayon, pensil warna sesuai dengan keinginan si kecil.

Hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah pastikan menulisnya selalu di buku. Jadi, nanti pada saat kegiatan sehari-hari anak tidak akan mencoret-coret dinding ataupun furnitur.

3. Ajari Dengan Memberikan Contoh Simpel

Dalam mengajari anak, tentu harus disesuaikan dengan bagaimana karakternya masing-masing. Pasalnya, si kecil tidak selalu memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi hal baru termasuk saat akan diajari menulis.

Perasaan gugup atau takut membuat kesalahan pastinya juga bisa muncul saat awal-awal belajar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, orang tua dapat memberikan contoh sederhana kepada si kecil supaya tidak merasa bingung.

Contohnya, bisa dengan mengajarkan bagaimana cara menulis, menggenggam alat tulis, sampai dengan membentuk huruf. Ajarkan semua contoh tersebut secara sederhana agar si kecil bisa memahaminya dengan baik.

Supaya dapat mengajarkan dengan lebih mudah, Anda dapat menggunakan benda sekitar yang mirip seperti huruf. Sebagai contoh, huruf “o” menyerupai bola, huruf “c” seperti bulan sabi, dan lain sebagainya.

4. Latihan Menggenggam Alat Tulis

Tips berikutnya, Anda dapat mengajarkan terlebih dahulu bagaimana cara menggenggam alat tulis secara benar. Hal semacam ini sangat perlu dilatih mengingat sekarang teknologi sudah maju sehingga anak mungkin lebih terbiasa mengetik daripada menulis.

Belajar menggunakan alat tulis juga dapat sekaligus melatih keterampilan motorik dari si kecil. Jadi, pada saat nanti sudah waktunya masuk sekolah, mereka sudah terbiasa untuk mengerjakan banyak tugas yang mengharuskannya menulis dengan pensil atau pulpen.

5. Biarkan Menulis Secara Bebas

Pada saat belajar tulis, sebaiknya jangan mematok harapan terlalu tinggi kepada sang buah hati. Hindari juga untuk memberikan target belajar kepadanya supaya tidak ada tekanan di dalam pikiran sang anak.

Alih-alih seperti itu, Anda justru harus membiarkannya secara bebas untuk menuliskan sesuatu sesuai keinginannya. Hal tersebut justru akan melatih kemampuan menulisnya secara perlahan dan alami hingga suatu saat nanti mulai bisa diarahkan.

Pada awal berlatih, biarkan anak untuk menulis secara bebas seperti dengan membuat garis ataupun coretan tidak beraturan. Hal seperti itu tentunya tidak perlu dikhawatirkan karena memang bagian dari proses belajar.

Berikanlah ruang lepas bagi mereka untuk mengeksplorasi pikirannya ke dalam bentuk tulisan. Setelah mulai terbiasa, perlahan-lahan bisa ajarkan menulis kata sederhana seperti nama hewan, benda, atau nama keluarga.

6. Gunakan Teknik Trace the Dot

Dalam mengajarkan menulis, terdapat metode cukup ampuh yang bisa digunakan bernama metode trace the dot. Metode ini merupakan teknik belajar menulis huruf kecil dengan titik-titik atau garis-garis yang nantinya akan membentuk gambar angka dan huruf secara utuh.

Pola tersebut dapat dibuat sendiri dengan menggambar huruf kecil, angka, ataupun huruf kapital. Setelah itu, bisa dibuat pola titik-titik dengan memakai pensil untuk kemudian dapat ditebalkan oleh sang anak hingga terlihat bentuk gambarnya.

Selain membuat trace the dot secara manual, Anda dapat juga memperoleh buku khusus terkait hal tersebut. Biasanya, di dalam buku tersebut telah tersedia berbagai macam gambar yang nantinya dapat ditebalkan atau disambungkan oleh si kecil.

7. Belajar Menulis Huruf Tunggal

Apabila belum dapat menulis kata secara utuh, maka bisa terlebih dahulu diajarkan untuk menulis huruf tunggal. Ajarkanlah mulai dari jenis huruf vokal lalu secara perlahan lanjutkan ke huruf konsonan.

Setelah berhasil menghafal tulisan semua huruf abjad tunggal tersebut, Anda dapat mengenalkan tentang penulisan kata. Penulisan kata dapat diajari mulai dari yang paling sederhana hingga kemudian ditambahkan tingkat kesulitannya.

8. Tulis Suku Kata

Setelah berhasil menghafal dan menuliskan huruf tunggal secara benar, pelajaran bisa dilanjutkan dengan mengenalkan suku kata. Tips menulis suku kata ini bisa dengan memilih kata sesederhana mungkin seperti kata “i-bu”, “a-yah”, dan lain sebagainya.

Hindari untuk menggunakan lebih dari 3 suku kata saat pertama mengajarkan. Hal tersebut dilakukan supaya anak tidak kebingungan dalam menuliskan suku kata tersebut. Jadi, ajarkan dulu dua suku kata, jika sudah lancar maka dapat diajarkan 3 suku kata atau lebih.

9. Belajar Menuliskan Kalimat Sederhana

Cara belajar menulis berikutnya adalah Anda dapat mulai mengajarkan untuk membuat tulisan kalimat sederhana. Hal ini bisa dilakukan pada saat anak sudah memahami tentang penulisan huruf tunggal dan dua atau lebih suku kata.

Kalimat sederhana ini dapat terdiri dari 3 kata saja sebagai subjek, predikat, dan juga objek. Fase ini dapat membuat anak untuk dapat menyalurkan isi pikiran dan memahami tentang makna tulisannya sendiri.

10. Harus Sabar

Tips terakhir, saat latihan menulis dengan anak tentu orang tua harus selalu sabar. Pada saat sudah sama-sama lelah, maka segera ambil waktu beristirahat. Hal yang paling penting, jangan sampai mengucapkan kritikan pedas yang bisa menyakiti anak.

Kurang lebih seperti itulah tips mengajarkan anak menulis yang baik dan benar. Hal yang perlu dipahami adalah mendampingi si kecil untuk belajar baca tulis bukanlah hal mudah untuk dilakukan.

Oleh karena itu, selalu sabar dan ajarkan penuh kasih sayang adalah kunci supaya anak bisa cepat paham. Selain itu, usahakan suasana belajarnya terasa menyenangkan agar si kecil tidak cepat merasa bosan.

Editor: Jinan Vania Barizky