5 Fakta Sosial Emile Durkheim, Pencetus Ilmu Sosiologi - Fakta.id

5 Fakta Sosial Emile Durkheim, Pencetus Ilmu Sosiologi

Last Updated 2019-12-22T14:33:44+00:00
5 Fakta Sosial Emile Durkheim, Pencetus Ilmu Sosiologi

Fakta Emile Durkheim - Emile Durhkeim merupakan seorang ilmuan kelahiran Epinal, Prancis Timur. Dia memiliki gagasan luar biasa dalam bidang sosiologi dan pencetus sosiologi modern. Pada ilmu sosiologi dipelajari tentang kehidupan masyarakat dengan fakta sosial yang ada. Fakta sosial Emile Durkheim dijelaskan dalam salah satu karyanya.

Empat karya utama dari Emile Durkheim, yakni The Rules of Sociological Method, The Division of Lobour in Society dan Elementary Form of the Religious. Pada karya The Rules, dicetuskan sebuah konsep fakta sosial yang didefinisian secara umum sebagai tindakan masyarakat. Fakta sosial adalah bahasan utama dalam ilmu sosiologi.

Fakta Emile Durkheim
Emile Durkheim

Pengertian Fakta Sosial Emile Durkheim

Emile Durkheim pertama kali mengenalkan fakta sosial di abad ke-19. Menurut sosiolog asal Perancis tersebut, sosiologi merupakan ilmu fakta sosial yang membicarakan tentang masyarakat secara keseluruhan dan terhindar dari manivestasi individu.

Definisi fakta sosial yaitu gejala sosial yang bersifat abstrak. Sebagai contoh adalah hukum, struktur sosial, adat kebiasaan, nilai dan norma, serta aturan kehidupan lainnya yang terwujud dalam kehidupan bermasyarakat di luar kemampuan pribadi, sehingga kehendak individu menjadi terkaburkan.

Emile Durkheim menjelaskan dalam salah satu karyanya yang berjudul Rules of Sociological Method bahwa “Fakta sosial adalah setiap cara bertindak, baik tetap maupun tidak, yang bisa menjadi pengaruh atau hambatan ekternal bagi seorang individu.”

Tatanan kehidupan di masyarakat memaksa seorang individu yang baru lahir untuk mengikutinya. Apabila perilaku individu menyimpang dengan aturan dalam lingkungan sosialnya, maka mereka akan mendapat teguran yang bisa berupa hinaan, celaan, ejekan, bahkan bisa mendapatkan hukuman.

Jenis Fakta Sosial

Berikut tiga sifat dari fakta sosial, antara lain:

  1. Eksternal merupakan fakta yang sudah ada sebelum manusia ada dan fakta tersebut tanpa pertimbangan pemikiran manusia.
  2. Koersif / memaksa, yakni fakta yang mampu menekan dan memaksa setiap individu untuk menerima dan melaksanakannya. Setiap individu dipaksa untuk mengorbankan keinginan individunya sehingga kemauan pribadinya tertutupi oleh semua fakta sosial.
  3. Menyebar, dimana fakta sosial tersebar secara meluas dan menjadi milik bersama bukan merupakan kepemilikan seseorang.

Emile Durkheim berpendapat bahwa fakta sosial memiliki dua jenis yaitu:

  1. Berbentuk material berupa barang nyata yang dapat ditangkap, dilihat, dan diobservasi, seperti : norma hukum
  2. Berbentuk non material: sesuatu yang tertangkap nyata dan bersifat inter subjective. Fakta sosial ini berasal dari kesadaran manusia, seperti: opini dan egois.

Fakta sosial mengarahkan untuk mengikuti adat–istiadat, sopan santun, dan norma sebagai anggota masyarakat. Fakta sosial sebagai tindakan individu dalam berhubungan dengan individu lain dengan tetap berpedoman dengan norma dan nilai yang berlaku dalam lingkungan masyarakat tersebut.

Fakta Sosial VS Fakta Individu

Emile Durkheim menjelaskan bahwa fakta sosial bukan seperti fakta individu, karena fakta sosial bersifat independen di tengah kehidupan masyarakat. Sebetulnya, fakta sosial merupakan kumpulan dari beberapa individu yang diungkapkan dalam realitas yang nyata. Berikut adalah perbedaan antara fakta sosial dan individu:

Fakta Sosial

Dijelaskan sebagai suatu tindakan yang terjadi diluar individu bersifat umum dan memaksa. Fakta sosial bisa terlepas dari individu tetapi juga tidak menyatu dengan individu. Fakta sosial akan memaksa individu untuk melakukan tindakan sesuai dengan lingkungan masyarakat.

Fakta Individu

Fakta individu juga disebut sebagai fakta psikis, dimana dilakukan atas dasar kesadaran individu tanpa adanya paksaan untuk melakukan suatu tindakan. Fakta individu tidak memerlukan pola dalam sistem sosial masyarakat.

Mendasarkan uraian fakta sosial diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu sosiologi merupakan ilmu yang membahas terkait dengan kehidupan masyarakat. Dijelaskan pula bahwa dalam ilmu sosiologi mempelajari fakta sosial yang didefinisikan sebagai suatu perilaku indvidu dalam sebuah kehidupan kelompok.

Pemikiran Emile Durkheim tersebut, mendasarkan bahwa masyarakat bukan hanya sekedar jumlah tetapi juga fakta sosial yang digambarkan dengan fenomena di masyarakat yang terjadi dengan sendirinya.