8 Fakta Kisah Menyedihkan ABG di Kafe Khayangan HP Dirampas Tak Digaji - Fakta.id

8 Fakta Kisah Menyedihkan ABG di Kafe Khayangan HP Dirampas Tak Digaji

Last Updated 2020-01-26T03:35:45+00:00
8 Fakta Kisah Menyedihkan ABG di Kafe Khayangan HP Dirampas Tak Digaji

Selamat datang di Fakta.id yang kali ini akan membahas tentang fakta dan kisah seorang ABG di kafe khayangan yang baru saja ditutup oleh pihak kepolisian karena terbukti melanggar peraturan tentang asusila.

Ternyata kehidupan ABG yang dipekerjakan di kafe khayangan tidak semanis yang dibayangkan. Berikut ini adalah beberapa fakta ABG pekerja kafe khayangan yang bisa Fakta.id berikan kepada kalian:

1. Pekerja Kafe Khayangan diintimidasi

Pekerja Kafe Khayangan diintimidasi


Adapun salah satu fakta yang paling membuat miris yaitu tentang intimidasi dari atasan kafe khayangan yang melakukan eksploitasi para remaja putri sebagai pekerja asusila. Pihak dari kafe khayangan pun juga merampas secara paksa handphone yang dimiliki oleh mereka. Bahkan, mereka juga tak mendapatkan gaji yang merupakan haknya.

2. Pekerja Kafe Khayangan masih di bawah umur

Pekerja Kafe Khayangan masih di bawah umur


Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Ai Maryati menjelaskan bahwa kafe khayangan punya standar yang cukup tinggi.

"Paling lama yang di bawah umur itu sudah tujuh bulan bekerja. Ada yang baru seminggu tapi sudah harus melayani belasan laki-laki, artinya mereka (Cafe Khayangan) punya standart kerja tinggi, dan anak-anak ini kaget semua. Kondisinya alat komunikasi dirampas, lalu dia juga kaget yang sudah 2, 3 bulan tidak digaji per bulannya," ujarnya disalin Fakta.id.

3. Penjagaan Kafe Khayangan sangat Ketat

Penjagaan Kafe Khayangan sangat Ketat

Maryati juga turut menceritakan tentang bagaimana para korban tidak hanya bermasalah soal handphone dan gaji yang tak dibayarkan. Mereka juga tidak bisa lari dari Kafe Khayangan karena penjagaan yang sangat ketat di dalamnya.

"Mereka bilang ada istilahnya penjagaan ketat. Mereka cerita 'Ibu, bagaimana saya mau kabur, saya diikuti, setiap pintu nyaris tidak bisa dilewati," ungkap Maryati.

Baca juga: ( 4 Fakta Pernikahan Unik Berbusana Seragam Pramuka Bikin Heboh)

4. Ada aturan untuk setiap kebutuhan di Kafe Khayangan dianggap utang

Ada aturan untuk setiap kebutuhan di Kafe Khayangan dianggap utang


Menurut pengakuan korban remana yang dieksploitasi di Kafe Khayangan, mereka diberlakukan berupa aturan bahwa setiap kebutuhan sehari-hari mereka akan dipenuhi oleh pihak kafe khayangan namun dianggap sebagai utang.

5. Perencanaan kafe khayangan sudah dilakukan secara matang

Perencanaan kafe khayangan sudah dilakukan secara matang


Melihat kronologi dan penerapannya, Maryati menjelaskan bahwa dirinya meyakini kalau kafe khayangan sudah direncanakan dengan sangat matang hingga bisa menghasilkan uang yang banyak.

Baca juga: ( 6 Fakta Gosip DJ Wilda punya Hubungan dengan Gading Marten dan Calon Ibu Gempita)

6. Korban diposisikan sebagai orang yang tidak berdaya

Korban diposisikan sebagai orang yang tidak berdaya


Kalau dipikir kembali, ini bisa disebut sebagai perbudakan ala modern karena pelaku mengetahui bila korban sudah merasa tidak berkuasa apapun atas dirinya sendiri.

"Kebutuhan sehari-hari si korban diberikan, tapi dicatat sebagai utang, diposisikan tidak berdaya. Saya sebut ini perbudakan modern karena kalau si korban diberi kuasa atas dirinya, sekalipun dia dil*curkan, dia akan mampu memilih juga istilahnya, mampu mengambil keputusan sendiri. Berdasarkan temuan dan pengalaman anak-anak, ini terlihat kejahatan mereka berencana," kata Maryati.

7. Total ada 10 remaja putri yang dipaksa untuk bekerja di Kafe Khayangan

Total ada 10 remaja putri yang dipaksa untuk bekerja di Kafe Khayangan


Menurut data yang didapatkan tim Fakta.id, ada sekotar 10 remaja putri yang dijajakan di Kafe Khayangan. Mereka dipaksa untuk melayani para pria hidung belang.

Baca juga: (8 Fakta tentang Kafe Khayangan yang Digerebek di Penjaringan Jakarta Utara)

8. Omset Kafe Khayangan mencapai Rp2 miliar per-bulan

Omset Kafe Khayangan mencapai Rp2 miliar per-bulan


Mungkin untuk pembaca Fakta.id akan sedikit terkejut setelah mengetahui bahwa bisnis seperti ini mempunyai omset sekitar Rp2 miliar dalam satu bulan. Pantas saja praktik seperti ini sangat diminati oleh mereka yang mempunyai kuasa dan wewenang.