Fakta.id

Ayah dan Anak di Bali Kabur dari Karantina, Begini Fakta-fakta Sebenarnya

Atta Fakta - 26-03-2020 03:26
Ayah dan Anak di Bali Kabur dari Karantina, Begini Fakta-fakta Sebenarnya
Ayah dan Anak di Bali Kabur dari Karantina, Begini Fakta-fakta Sebenarnya

Contents [ Buka ]

Sebuah kisah tentang Ayah dan anak di Bali yang melarikan diri saat karantina membuat publik menjadi heboh. Namun, Nana Mirdad menjelaskan kronologi yang sebenarnya.

1. Ayah dan anak tersebut disebut oleh Nana bukanlah pasien positif virus corona.

2. Nana merasa sangat heran kenapa data Ayah dan anak disebar seperti buronan.

3. Nana menceritakan bahwa Tony menjemput anak-anaknya, Isis dan Erica yang baru datang dari UK di bandara, setelah melewati pemeriksaan temperatur, mereka memperlihatkan temperatur yang normal.

4. Namun ada kejanggalan karena dari total 40 orang penumpang QATAR Airways pada malam ini, hanya Isis yang ditahan meski temperaturnya normal.

Ayah dan Anak di Bali Kabur dari Karantina, Begini Fakta-fakta Sebenarnya

5. Uniknya lagi, Erica, kakak dari Isis juga dilepaskan dan diperbolehkan pulang.

6. Nana menceritakan bahwa mengetahui hal ini karena Tony kebetulan adalah teman baiknya.

7. Pihak imigrasi menjelaskan bahwa Isis harus melakukan rapid test walau tidak ada gejala.

8. Tetapi sayang sekali karena mereka tidak mempunyai alat tersebut.

9. Hal ini pun membuat Isis harus di karantina.

10. Tony pun juga ikut ke tempat karantina lantaranya tak mungkin membiarkan anak perempuannya ditinggal sendirian.

11. Setelah beberapa lama, Tony dan anaknya memutuskan untuk pulang ke rumah lantaran tak dibekali alat pelindung medis.

12. Tony kemudian memanggil dokter untuk memeriksa kesehatannya.

13. Pada waktu sampai di rumah, Tony memanggil dokter dan memeriksa kesehatannya serta anak-anaknya.

14. Isis dinyatakan sehat oleh dokter.

15. Puncaknya, secara tiba-tiba, rumah Tony didatangi sekitar 100 orang dan memaksa Tony dan anak-anaknya kembali ke karantina.

16. Bahkan di dalam keterangannya, Nana memperlihatkan kondisi karantina yang menggunakan kamar mandi tempat mereka saat ini berada.

Editor: Jinan Vania Barizky