Apa itu Ethereum (ETH)? Teknologi dengan misi 'Satu Komputer untuk Seluruh Planet' - Fakta.id

Apa itu Ethereum (ETH)? Teknologi dengan misi 'Satu Komputer untuk Seluruh Planet'

Last Updated 2021-05-29T02:57:05+00:00

Ethereum (ETH) adalah sebuah sistem blockchain dengan open-source yang terdesentralisasi dan menampilkan cyrptocurrencynya sendiri, yaitu Ether. ETH memiliki fungsi sebagai platform untuk banyak cryptocurrency lainnya serta pelaksanaan 'smart-contract' yang terdesentralisasi.

Nama Perusahaan: Ethereum
Nama Koin: ETH
Peringkat: Top 5
Harga terakhir: $2.500 - $4.000
Berdiri sejak: 2015
CEO: Vitalik Buterin (Total ada 8 pendiri)
Website: www.ethereum.org

Apa itu Ethereum (ETH)?

Vitalik Buterin menjelaskan whitepaper Ethereum pertama kali pada 2013 bersama dengan para pendiri lainnya. Mereka mendapatkan pendanaan untuk proyek itu dalam 'online-public-sell' pada musim panas 2014. Ethereum akhirnya secara resmi meluncur pada tanggal 30 Juli 2015.
Tujuan dari Ethereum sendiri adalah agar bisa menjadi platform global untuk aplikasi terdesentralisasi. Memungkinkan untuk pengguna dari seluruh dunia agar bisa menulis dan menjalankan perangkat lunak yang tahan terhadap sensor, terputus dan penipuan.
Adapun 8 pendiri ETH sendiri pertama kali bertemu pada 7 Juni 2014 di Zug, Swiss. Tetapi untuk aktor yang paling terkenal di balik ETH adalah Vitalik Buterin. Sebelum Buterin mendirikan ETH, Ia mendirikan dan menulis untuk situs web berita 'Bitcoin Magazine'.
Salah seorang programmer di Inggris, Gavin Wood, menjadi pendiri dan sekaligus orang terpenting kedua bagi ETH. Gavin merupakan sosok yang mengkodekan implementasi teknis pertam ETH dalam bahasa pemrograman C++.
Ia mengusulkan bahasa pemrograman asli Ethereum, Solidity dan menjadi Kepala Teknologi pertama dari Ethereum Foundation.
Sebelum masuk ke Ethereum, Gavin Wood merupakan ilmuwan peneliti di Microsoft. Ia kemudian pindah untuk bisa mendirikan Web3 Foundation.
Adapun pendiri ETH lainnya adalah Anthony Di Lorio, memiliki tanggungjawab atas proyek selama tahap awal dan pengembangannya. Kemudian juga ada Charles Hoskinson yang memainkan peran utamanya dalam mendirikan Yayasan Ethereum yang berbasis di Swiss serta kerangka hukumnya.
Lalu, Mihai Alisie, memberikan bantuan dalam mendirikan Yayasan Ethereum. Joseph Lubin, pengusaha yang berasal dari Kanada, Ia membantu untuk memberikan dana bagi Ethereum pada masa awal. Ia juga mendirikan inkubator untuk perusahaan rintisan berdasarkan ETH yang disebut sebagai ConsenSys.
Terakhir ada Amir Chetrit, mempunyai tugas untuk membantu salah satu pendiri ETH tapi kemudian menjauh pada awal pengembangan.

Keunggulan

Ethereum sudah mempelopori konsep platform 'smart contract' blockchain. Smart-contract sendiri adalah sebuah program komputer yang secara otomatis menjalankan tindakan yang diperlukan untuk bisa memenuhi kesepakatan antara beberapa pihak di internet.

Smart-contract dirancang untuk mengurangi kebutuhan akan perantara terpercaya antara kontraktor hingga bisa mengurangi biaya transaksi sekaligus meningkatkan keandalan dalam bertransaksi.

Inovasi utama dari Ethereum adalah guna merancang platform yang memungkinkannya mengeksekusi smart-contract dengan menggunakan blockchain yang kemudian memperkuat manfaat teknologi smart-contract yang sudah ada.

ETH dirancang sebagai semacam 'Satu komputer untuk seluruh planet' (Gavin Wood) yang secara teoritis bisa membuat program apapun lebih kuat, tahan sensor, bisa menghindari penipuan dengan menjalankannya secara global lewat jaringan node publik.

Tak cuma smart-contract saja, blockchain ETH juga bisa menampung cryptocurrency lainnya yang disebut sebagai 'Token' lewat penggunaan standar kompatibilistas ERC-20.

Ini menjadi penggunaan paling umum untuk platform ETH sejauh ini dan telah lebih dari 280.00 token yang sesuai dengan ERC-20 berhasil diluncurkan. Lebih dari 40 diantaranya menjadi Top 100 cryptocurrency berdasarkan kapitalisasi pasar, misalnya seperti LINK, BNB, dan USDT.