Fakta.id

8 Jenis Metode Pembelajaran yang Wajib Dipahami Seorang Guru

Mendy - 16-07-2023 03:03
8 Jenis Metode Pembelajaran yang Wajib Dipahami Seorang Guru
8 Jenis Metode Pembelajaran yang Wajib Dipahami Seorang Guru

Metode pembelajaran yang terdiri dari diskusi, ceramah, hingga karyawisata yang bisa membuat proses belajar di dalam kelas semakin efektif dan efisien.

Contents [ Buka ]

Metode pembelajaran atau learning methods sudah menjadi hal yang wajib diketahui dan dipenuhi oleh setiap pengajar di sekolah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar yang semakin efektif dan efisien.

Selain itu, jika metodenya dibuat semenarik mungkin maka peserta didik juga tidak akan merasa bosan ketika mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Metode tersebut memiliki beberapa macam jenis mulai dari diskusi, eksperimen, hingga karyawisata yang dilakukan di luar sekolah.

Pendidik diperbolehkan untuk memilih beberapa metode ataupun menggabungkannya menjadi satu. Namun pemilihannya tidak boleh dilakukan asal karena harus disesuaikan dengan tujuan belajar, lingkungan belajar peserta didik, dan kebutuhannya.

Apa Itu Metode Pembelajaran ?

Learning methods adalah serangkaian cara yang dilakukan guru untuk membantu proses belajar menjadi semakin efektif dan efisien. Metode ini bisa dalam bentuk praktik secara langsung ataupun soal yang diberikan kepada siswa.

Selain itu, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai komponen yang dapat diatur ataupun digabungkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Jadi, model seperti ini ini bisa dijadikan cara terbaik untuk memanfaatkan beragam prinsip yang ada dalam dasar pendidikan.

Dalam Kurikulum 2013, sudah dijelaskan bahwa banyak sekali metode yang bisa dipilih untuk diterapkan dalam kelas. Masing-masing jenisnya tentu memiliki bentuk dengan cara penyampaian yang berbeda.

Maka dari itu, guru diharuskan untuk mengetahui semua jenis metodenya supaya bisa disesuaikan dengan kondisi siswa. Namun dari sekian banyaknya metode, ceramah menjadi metode yang paling banyak digunakan karena dinilai paling mudah.

Jenis Metode Pembelajaran yang Penting Diketahui

Metode dalam pembelajaran secara umum terbagi menjadi dua macam, yaitu metode khusus dan metode umum. Metode umum digunakan di seluruh bidang studi seperti sesi tanya jawab, diskusi, atau ceramah.

Untuk metode khusus hanya merujuk pada suatu bidang studi yang tertentu seperti pembelajaran bahasa. Sementara itu, metode mendasar secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

1. Metode Konvensional atau Ceramah

Ceramah merupakan sebuah metode untuk menyampaikan informasi terkait pembelajaran kepada siswa secara langsung. Dalam penerapan metode ini, semua siswa akan duduk terpaku mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru. Mereka bisa lebih mudah untuk menerima sekaligus memahami informasi yang ada.

Setelah menjelaskan materi, guru biasanya akan memberikan soal atau melakukan sesi tanya jawab. Metode ini memang akan lebih bagus jika dikombinasikan dengan beberapa metode menarik lainnya.

Namun metode pembelajaran memiliki kekurangan karena kondisi sepenuhnya di kelas akan dipegang oleh guru. Guru tidak akan mengetahui perkembangan dari anak didiknya secara pasti karena kegiatan belajar menjadi sangat membosankan.

2. Metode Diskusi

Salah satu metode yang tak kalah penting diterapkan dalam pembelajaran adalah metode diskusi. Metode diskusi termasuk metode umum yang dilakukan oleh sekelompok siswa atau diskusi kelompok.

Penerapannya dilakukan dengan saling bertukar pendapat, informasi dan pengalaman. Pastinya dibutuhkan daya pikir yang jernih dari setiap siswa untuk memecahkan masalah yang dialami. Suasana belajar dalam kelas akan semakin menarik dan jauh dari kesan membosankan.

Metode ini mengajarkan kepada semua siswa supaya bisa berpikir secara kritis saat berpikir. Bahkan juga bisa bersikap toleran jika misalnya ada teman yang mengutarakan pendapat yang berbeda. Hasilnya sendiri berupa kesimpulan dari permasalahan yang dialami sehingga mudah diingat.

3. Metode Tanya Jawab

Sesuai namanya, metode tanya jawab adalah metode untuk menyampaikan pelajaran yang dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dari para siswa terhadap materi pelajaran yang sudah diberikan.

Baik guru maupun siswa diharuskan untuk sama-sama aktif untuk memudahkan proses kegiatan pembelajaran. Bila perlu, siswa tidak perlu menunggu guru untuk memberikan pertanyaan.

Metode bertanya ternyata mampu menunjang produktivitas siswa sekaligus keefektifan dalam proses belajar. Siswa akan merasa terpancing untuk memberanikan diri dalam memberikan jawaban. Hal ini kemudian akan membuat mereka selalu fokus untuk mengikuti kegiatan belajar dalam kelas.

4. Metode Demonstrasi

Jenis metode ini dinilai paling efektif karena siswa bisa belajar sendiri sekaligus praktek. Metode demonstrasi digunakan untuk mendemonstrasikan pemakaian alat atau melakukan kegiatan seperti yang sesungguhnya.

Setiap siswa akan diarahkan untuk mengamati, melakukan penyesuaian antara teori dengan kenyataan, kemudian mempraktekannya sendiri. Pelaksanaannya dapat dilakukan di dalam kelas atau bisa juga sebuah tempat khusus sesuai yang didemonstrasikan.

5. Metode Latihan

Metode latihan diterapkan seorang guru untuk memberikan materi secara langsung melalui latihan-latihan. Latihan yang diberikan bisa berupa latihan keterampilan untuk membangun kecerdasan motorik siswa.

Seperti misalnya dengan membuat tulisan menarik, menggambar, atau bisa juga menghafal sesuatu. Latihan ini memang sangat bermanfaat karena siswa bisa mendapatkan kecerdasan mental.

Bahkan bisa membangun beberapa kebiasaan yang baik dan kecepatan sekaligus ketepatan saat mengerjakan sesuatu. Kekurangannya mungkin dapat mengurangi efektifitas, ide dan inisiatif yang dimiliki oleh siswa.

Hal tersebut karena mereka terlalu diarahkan untuk melakukan latihan sesuai yang diinginkan gurunya. Rutinitas sehari-hari saja mungkin sudah membuat bosan, apalagi harus melakukan hal baru.

6. Metode Resitasi

Resitasi merupakan metode yang mengharuskan siswa untuk menyusun resume terkait materi yang sudah diberikan guru. Materi tersebut dituliskan pada sebuah kertas dengan menggunakan bahasa sendiri.

Metode ini tentunya sangat efisien karena siswa bisa lebih mengingat materi yang sudah disampaikan. Syaiful Bahri mengungkapkan bahwa siswa nantinya bisa lebih berani untuk menyampaikan inisiatif dan bertanggung jawab.

Namun metode ini juga tak luput dari kekurangan karena bisa saja tugasnya yang diberikan dikerjakan oleh orang lain. Siswa bahkan bisa mencontek pekerjaan temannya karena tidak mau berusaha untuk mengerjakannya sendiri.

7. Metode Eksperimen

Bukan hanya sekedar metode pembelajaran, metode ini juga mengharuskan untuk berfikir. Hal ini karena dalam melakukan eksperimen bisa digabung dengan metode lainnya, mulai dari menarik data hingga mendapatkan kesimpulan.

Pada dasarnya siswa akan melakukan percobaan dengan cara membuktikan sendiri mengenai sesuatu yang sudah dipelajari. Alhasil, siswa bisa semakin percaya atas kebenaran dari percobaan yang dilakukan.

Meskipun begitu, metode ini sangat sulit dilakukan dan harus memiliki fasilitas yang memadai. Selain itu, dalam percobaannya juga membutuhkan ketabahan, kesabaran, dan ketelitian tingkat tinggi.

8. Metode Karyawisata

Metode terakhir yang sering dijadikan pilihan oleh para guru adalah karyawisata atau field trip. Karyawisata dilakukan dengan melakukan kunjungan di luar kelas sehingga siswa tidak akan merasa jenuh.

Tempat yang dipilih tentunya tidak jauh dari lokasi sekolah ataupun membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun bisa juga dilakukan di tempat khusus atau yang biasa disebut dengan study tour.

Karyawisata tentunya termasuk sistem pembelajaran yang sangat modern karena memanfaatkan lingkungan secara nyata. Jika ingin mencoba metode ini, dibutuhkan perencanaan matang dan koordinasi yang tepat supaya waktu pembelajaran tidak bentrok.

Banyak sekali metode pembelajaran yang bisa diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Metode seperti ini bisa membuat siswa semakin bersemangat untuk mengikuti proses belajar di kelas. Jika sudah semangat maka sudah pasti materi yang disampaikan bisa dipahami secara lebih mudah.

Editor: Jinan Vania Barizky