5 Fakta Kondisi Mahasiswa Asal Indonesia di Wuhan saat Virus Corona Menyebar - Fakta.id

5 Fakta Kondisi Mahasiswa Asal Indonesia di Wuhan saat Virus Corona Menyebar

Last Updated 2020-01-26T01:30:50+00:00
5 Fakta Kondisi Mahasiswa Asal Indonesia di Wuhan saat Virus Corona Menyebar

Selamat datang di Fakta.id yang kali ini akan membahas tentang fakta kondisi mahasiswa Indonesia yang berada di Wuhan, China. Virus corona diketahui telah menjadi bencana yang cukup besar terutama bagi warga di China, khususnya di Kota Wuhan. Sedikitnya ada lebih dari 800 orang yang sudah terinfeksi virus corona ini dengan korban meninggal dunia berjumlah puluhan orang.

Namun tahukah kalian bahwa ada mahasiswa asal Indonesia yang merupakan kiriman program beasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang berada di Wuhan, China.

Berikut ini merupakan fakta-fakta yang bisa Fakta.id berikan mengenai kondisi kesehatan dari mahasiswa tanah air yang berada di Wuhan, China:

1. Mahasiswa yang berada di Wuhan merupakan program beasiswa

Mahasiswa yang berada di Wuhan merupakan program beasiswa


Fakta pertama mengenai mahasiswa asal Indonesia yang berada di Wuhan, China merupakan mahasiswa yang mengikuti program beasiswa Bahasa Mandarin.

2. Kondisi kesehatan mahasiswa yang ada di Wuhan dinyatakan sehat

Kondisi kesehatan mahasiswa yang ada di Wuhan dinyatakan sehat


Menurut Rektor UNESA, Prof Nurhasan menyatakan bahwa kondisi seluruh mahasiswa Indonesia yang ada di Wuhan dinyatakan dalam kondisi sehat.

"Alhamdulillah, mereka semua dalam kondisi sehat. Kami terus memantau kondisi mereka," katanya.

Baca juga: ( 4 Fakta Pernikahan Unik Berbusana Seragam Pramuka Bikin Heboh)

3. Mahasiswa Indonesia di Wuhan ada 9 Orang

Mahasiswa Indonesia di Wuhan ada 9 Orang


Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh tim Fakta.id, jumlah mahasiswa yang berada di Wuhan, China saat ini berjumlah 9 orang. Mereka juga telah mendapatkan penanganan dari kampu setempat.

"Di CCNU memang sudah ada penanganan tersendiri dari kampus kepada mahasiswanya, khususnya mahasiswa asing," kata Prof Nurhasan.

4. Pemeriksaan secara rutin dilakukan untuk kewaspadaan

Pemeriksaan secara rutin dilakukan untuk kewaspadaan


Prof Nurhasan juga menjelaskan bila di sana ada sebuah alat pengukur suhu yang diletakan di dalam setiap asrama. Ada pula pemeriksaan khusus pada setiap malam di kampus.

"Ada juga pendamping untuk setiap lantai pada tiap dormitory. Jadi sudah cukup menjaga, meskipun kenyamanannya berkurang," kata Nurhasan.

Baca juga: (7 Fakta Kematian Dokter yang Merawat Pasien Virus Corona)

5. UNESA sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar

UNESA sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar


Oleh karena polemik virus corona yang bukan sembarangan, UNESA mengaku juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait yaitu Kedutaan Besar Republik Indonesia di China agar bisa melakukan pemantauan kondisi dari mahasiswanya.

"Intinya Unesa selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak terkait, seperti KBRI dan dengan mahasiswa di sana untuk memastikan kondisi mereka benar-benar baik," tutupnya.