Fakta.id

Apa itu Deisme dan Contohnya di Indonesia

Tinton Obot - 11-05-2023 05:57
Apa itu Deisme dan Contohnya di Indonesia
Apa itu Deisme dan Contohnya di Indonesia

Kali ini, Fakta.id akan merangkum tentang deisme.

Contents [ Buka ]

Deisme adalah sebuah pandangan keagamaan yang telah memainkan peran penting dalam perkembangan pemikiran manusia sepanjang sejarah. Dalam pandangan deisme, keberadaan Tuhan diakui, namun intervensi-Nya dalam urusan manusia dan alam semesta ditolak. Konsep ini telah memicu debat yang hangat antara para pemikir agama dan filsafat sepanjang waktu.

Dalam artikel ini, Fakta.id akan merangkum bagaimana pandangan ini telah mempengaruhi pemikiran dan filosofi manusia serta memberikan sudut pandang yang unik tentang hubungan antara manusia dan yang Maha Kuasa.

Apa itu Deisme?

Apa itu Deisme?
Apa itu Deisme?

Deisme adalah pandangan keagamaan atau filsafat yang meyakini keberadaan Tuhan atau Kekuatan Tertinggi, namun menolak adanya intervensi atau campur tangan ilahi dalam urusan manusia dan alam semesta setelah penciptaannya. Para deis meyakini bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan hukum-hukum alam, tetapi setelah itu, tidak ada pengaruh langsung Tuhan dalam mengatur dunia atau mempengaruhi kehidupan manusia.

Para deis umumnya menganggap bahwa alam semesta berjalan sesuai dengan hukum alam yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Mereka berpandangan bahwa keberadaan Tuhan dapat disimpulkan melalui akal sehat, observasi alam, dan rasionalitas manusia. Namun, mereka menolak ajaran agama yang mengklaim adanya wahyu atau pengungkapan ilahi.

Dalam pandangan deisme, manusia memiliki kebebasan untuk mengembangkan pemahaman dan moralitas mereka sendiri tanpa campur tangan langsung dari Tuhan. Deisme seringkali dikaitkan dengan pemikiran filsuf seperti Voltaire, Rousseau, dan Thomas Paine pada Abad Pencerahan di Eropa.

Contoh Deisme

Contoh Deisme
Contoh Deisme

Salah satu contoh tokoh yang dianggap menganut deisme adalah Thomas Jefferson, salah seorang penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Jefferson meyakini adanya Tuhan yang menciptakan alam semesta, tetapi ia menolak ajaran agama yang melibatkan intervensi ilahi. Ia menganggap bahwa Tuhan hanya sebagai Pencipta semata, dan setelah itu, alam semesta beroperasi berdasarkan hukum-hukum alam yang sudah ditetapkan.

Pemikiran deisme Jefferson tercermin dalam karyanya, seperti Surat-surat dari Danau Danau Virginia, di mana ia menekankan pentingnya rasionalitas dan akal sehat dalam memahami Tuhan dan moralitas. Jefferson menyuarakan kebebasan beragama dan menentang campur tangan agama dalam urusan negara. Ia juga merancang Prinsip-prinsip Virginia untuk memisahkan agama dari pemerintahan.

Contoh lain tokoh yang dianggap deis adalah Ethan Allen, seorang pemimpin Revolusi Amerika Serikat. Allen menyatakan bahwa ia meyakini adanya Pencipta alam semesta, tetapi menolak adanya agama yang mengklaim memiliki kebenaran tunggal. Ia menganggap bahwa kebenaran dapat ditemukan melalui akal sehat dan observasi alam.

Pemikiran deisme para tokoh seperti Jefferson dan Allen menunjukkan keyakinan akan adanya Tuhan, namun menolak dogma agama dan intervensi ilahi dalam urusan manusia. Mereka lebih mengandalkan akal sehat, observasi alam, dan moralitas manusia yang didasarkan pada rasionalitas. Pandangan ini mencerminkan semangat Pencerahan di mana pemikiran ilmiah dan rasionalitas diutamakan.

Contoh Deisme di Indonesia

Contoh Deisme di Indonesia
Contoh Deisme di Indonesia

Di Indonesia, contoh tokoh yang dikaitkan dengan pandangan deisme adalah R.A. Kartini. Meskipun Kartini terkenal sebagai tokoh perjuangan emansipasi wanita, pemikirannya juga mencerminkan pandangan deisme. Kartini menggabungkan pemikiran progresif dengan keyakinan dalam keberadaan Tuhan, namun ia menolak norma-norma agama yang menghambat kebebasan individu.

Dalam surat-suratnya, Kartini mengekspresikan pandangannya yang independen dan menuntut pembebasan dari keterbelengguan norma agama yang mengekang kebebasan perempuan. Ia menyuarakan pentingnya pendidikan, kebebasan berpikir, dan kemandirian perempuan sebagai dasar untuk mencapai kesetaraan dan kemajuan sosial.

Kartini melihat adanya keberadaan Tuhan, tetapi ia menolak dogma agama yang membatasi kebebasan berpikir dan bertindak. Pandangannya yang kritis dan progresif terhadap agama membuatnya dikaitkan dengan pandangan deisme, yang menekankan pada kebebasan beragama dan penekanan pada akal sehat dan rasionalitas dalam mencari kebenaran.

Perlu dicatat bahwa pengkategorian tokoh-tokoh berdasarkan pandangan mereka sebagai deis dapat menjadi subjektif dan beragam interpretasi. Namun, dalam konteks pemikiran dan pandangan Kartini yang menekankan kemandirian dan kebebasan individu, serta ketidakterikatan yang kuat pada ajaran agama yang baku, banyak yang melihat kesesuaiannya dengan pandangan deisme.

Editor: Jinan Vania Barizky