Kepala Sekolah Siswi yang Lakukan Aksi Coret Seragam Diperiksa - Fakta.id

Kepala Sekolah Siswi yang Lakukan Aksi Coret Seragam Diperiksa

Last Updated 2020-05-05T01:21:51+00:00

Aksi yang tidak senonoh dilakukan oleh para pelajar dengan melakukan corat-coret guna merayakan kelulusan.

Oleh karena ulah mereka, Kepala Sekolah pun kena getahnya. Mereka adalah siswa-siswi di SMA 1 Kecamatan Kunto Darussalam, Riau.

Mereka merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret, padahal pengumuman kelulusan belum keluar.

Aksi mereka kemudian menjadi viral di sosial media. Banyak komentar negatif tertuju kepada mereka.

Kabag Humas Pemkab Rohul, Tanti Ekasari mengatakan bahwa pihaknya telah memanggi Kepala Sekolah serta Wali Kelas para pelajar.

"Kepala Dinas Pendidikan saat ini tengah meminta klarifikasi ke pihak Kepala Sekolah SMA I Kunto Darussalam. Termasuk memanggil wali kelas sekolah tersebut untuk dimintai keterangan," ucapnya.

Aksi para pelajar itu diketahui sempat dibubarkan oleh pihak kepolisian.

"Kita sudah meminta klarifikasi dari SMA I Kecamatan Kunto Darussalam, di Rohul. Dibenarkan itu adalah siswa dari sekolah tersebut yang lagi merayakan kelulus. Tapi mereka tidak sempat konvoi, hanya mereka berada di lapangan terbuka. Belum sempat konvoi, mereka sudah dibubarkan pihak kepolisian setempat," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kaharuddin.

"Ketika saya konfirmasi ke Kepsek, mengaku tidak mensosialisasikan surat imbau kita terkait pengumuman kelulusan secara online ke orang tua murid. Padahal surat edaran Gubernur Riau (Syamsuar) sangat jelas melarang adanya aksi coret-coret baju dan berkumpul di tengah pandemi dan diharapkan kerja sama semua pihak dan peran orang tua murid," lanjut Kahar.

Orangtua murid juga telah dipanggil.

"Tetapi dari keterangan pihak sekolah, bahwa seragam yang mereka pakai itu bukanlah segaram keseharian di sekolah. Karena di sekolah mereka pakai rok panjang dan hijab panjang. Jadi sepertinya mereka ini sudah merencanakan sejak awal untuk aksi coret-coret tersebut. Karena seragamnya bukan yang biasa dipakai di sekolah," tutup Kahar.