Apa itu Theta Network (THETA)? Koin Crypto yang Dilirik Pendiri Twitch hingga YouTube - Fakta.id

Apa itu Theta Network (THETA)? Koin Crypto yang Dilirik Pendiri Twitch hingga YouTube

Last Updated 2021-06-03T08:25:22+00:00

Theta Network (THETA) adalah sebuah jaringan bertenaga blockchain yang dibuat secara khusus untuk bisa streaming video. Pertama kali, THETA diluncurkan pada bulan Maret 2019.

  • Nama Perusahaan: Theta Network
  • Nama Koin: THETA
  • Peringkat: TOP 20
  • Harga terakhir: $8 - $13
  • Berdiri sejak: Maret 2019 (Dibangun sejak 2018)
  • Pendiri: Mitch Liu dan Jieyi Long
  • Website: thetatoken.org
THETA Network
THETA Network

Apa itu Theta Network (THETA)?

Mainnet Thetta Network beroperasi sebagai jaringan terdesentralisasi yang di mana penggunanya akan berbagi bandwidth dan sumber daya komputasi secara 'peer-to-peer' atau P2P.

Proyek ini diketahui menjadi perhatian dari Steven Chen yang merupakan salah satu pendiri YouTube serta Justin Kan yang menjadi salah satu pendiri platform Twitch.

THETA akan melakukan sejumlah tugas tata kelola di dalam jaringan. Menghitung Google, Binance, Blockchain Ventures, Gumi, Sony Europe dan Samsung sebagai validator Enterprise bersama dengan jaringan Guardian dari banyaknya yang dikelola oleh komunitas.

Pengembang menyatakan bahwa proyek THETA ini mempunyai tujuan agar bisa merevolusi industri streaming video yang saat ini masih berbentuk sentralisasi, inftrastruktur kurang baik dan biaya tinggi hingga membuat pengguna sering berakhir pada pengalaman yang tidak mengenakkan. 

Pembuat konten juga akan mendapatkan penghasilan yang lebih sedikit oleh karena hambatan antara mereka dengan pengguna. 

THETA sendiri didirikan oleh Mitch Liu dan Jieyi Long pada tahun 2018 kemarin. Liu sendiri punya sejarah panjang di dalam industri game dan video. Ia menjadi salah satu pendiri dari perusahaan periklanan video, Tapjoy.

Selain itu Ia juga startup game sosial seluler, Gameview Studios dan THETA.tv, sebuah platform streaming live yang DApp-nya langsung dibangun sebagai yang pertama di protokol THETA.

Long merupakan orang yang mempunyai pengalaman dalam hal desain, game, virtual reality, dan sistem terdistribusi dengan skala besar. Ia menulis sejumlah makalah akademisyang ditinjau sejawat dan memegang berbagai paten di streaming video, blockchain, dan virtual relaity.

THETA kini mempunyai tim yang tidak terlalu kompleks, tetapi berhasil mencantumkan investor korporat strategis seperti, Samsung NEXT, Sony Innovation Fund, Investor Media BDMI (Bertelsmann Digital Media Investments(, CAA (Creative Artists Agency) dan VC Silicon Valley yang termasuk diantaranya DCM, Sierra Ventures dan VR Fund.

THETA Network
THETA Network

Keunggulan

Konsep utama dari THETA adalah mendesentralisasikan streaming video, pengiriman data dan komputasi edge hingga menjadikannya jauh lebih efisien, hemat biaya dan adil untuk seluruh pelaku industri.

Jaringan berjalan pada blockchain asli dengan dua token asli yang dikenal sebagai THETA atau TFUEL (Theta Fuel) dan menggerakan ekonomi internal.

Daya tarik dari THETA sendiri ada 3, yaitu:

  1. Pemirsa mendapatkan imbalan dengan layanan streaming berkualitas yang lebih baik. Pembuat konten meningkatkan pendapatan mereka. Perantara dari platform video menghemat uang agar bisa membangun infrastruktur dan meningkatkan pendapatan iklan serta langganan
  2. Pengguna punya insentif untuk menonton konten jaringan dan berbagai sumber daya jaringan karena hadiah akan didapatkan dalam bentuk token TFUEL
  3. Platform THETA adalah open-source dan pemegang token menerima kekuatan tata kelola seperti banyak ekosistem blockchain dengan basis 'proof-of-stake' atau PoS.

Selain video, data dan komputasi, THETA jug amelayani pengembang yang ingin meluncurkan aplikasi terdesentralisasi (DApps) pada platform smart-contract yang kompatibel dengan EVM serta fitur lengkap. (fakta.id)