Fakta.id

Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier Lengkap

Febriyan Cahya Yudha - 08-02-2024 01:16
Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier Lengkap
Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier Lengkap

Manusia mempunyai tiga jenis kebutuhan, yakni kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Jenis tersebut digolongkan berdasarkan tingkat kepentingannya. Semakin tinggi tingkat kepentingannya, maka semakin wajib manusia untuk memenuhinya.

Contents [ Buka ]

Salah satu contohnya adalah pangan. Pangan harus selalu dipenuhi setiap hari agar bisa bertahan hidup. Hal tersebut berbeda dengan barang lainnya seperti perhiasan yang tidak akan terlalu berdampak signifikan jika tidak dipenuhi. Agar lebih jelas, Anda bisa menyimak pembahasan kali ini.

Pengertian Kebutuhan Primer

Bisa dikatakan bahwa kebutuhan primer, pokok, atau kerap juga disebut primary need merupakan keperluan yang mutlak harus dipenuhi oleh manusia. Contoh dari keperluan ini adalah tempat tinggal, makanan, dan pakaian. Tanpa ketiganya, maka hidup manusia akan terancam.

Sementara itu, International Labour Organization mendefinisikan primary need merupakan keperluan bersifat fisik dan wajib dipenuhi baik masyarakat miskin maupun kaya sehingga tidak ada perbedaan di antara mereka.

Terkait dengan ini, para ahli juga mengemukakan pendapat mereka. Karl Marx mengatakan bahwa primary need telah dimiliki setiap manusia sejak lahir, yakni keperluan akan air, tempat tinggal, makanan, dan lain-lain.

Kemudian, Abraham Maslow membagi keperluan ini menjadi lima tingkatan. Tingkatan tersebut antara lain fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri. Terakhir adalah pendapat dari Sunarto, yakni kebutuhan pokok dibutuhkan secara biologis dan muncul secara alami dalam diri setiap manusia.

Contoh-Contoh Kebutuhan Primer

Secara umum, primary need diklasifikasikan menjadi tiga, yakni sandang, pangan, dan papan. Berikut adalah penjelasan masing-masing contohnya.

1. Sandang

Sandang biasa juga disebut dengan pakaian layak pakai. Alasan kenapa sandang masuk jenis ini adalah karena merupakan hal wajib dimiliki. Pakaian tidak hanya berfungsi sebagai penunjang penampilan saja, melainkan lebih dari itu.

Pada dasarnya, pakaian berfungsi untuk melindungi tubuh dari kotoran, debu, benda tajam, dan sebagainya. Selain itu, pakaian juga berguna menutup anggota tubuh yang vital. Hanya saja, kemudian terjadi pengembangan sehingga muncul berbagai macam mode pakaian.

Dalam hal ini, pakaian sebagai penunjang tampilan justru dapat dikategorikan dalam jenis sekunder atau tersier karena tidak berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia. Jadi, pakaian atau sandang yang termasuk golongan primer adalah saat difungsikan melindungi tubuh.

2. Pangan

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang membutuhkan energi untuk beraktivitas dan bertahan hidup. Oleh sebab itu pangan menjadi kategori pokok dan akan mengancam kehidupan jika tidak dipenuhi. Pangan bisa berupa makanan pokok, sayur, buah, air, dan sebagainya.

Sama seperti sandang, pangan juga bisa masuk ke dalam dua kategori, yakni primer dan sekunder atau tersier tergantung kepentingannya. Sebagai contoh, makan di restoran mahal tentu saja sudah bukan berfungsi sebagai sarana bertahan hidup, namun cenderung tergolong keinginan.

Nyatanya, tidak makan di restoran pun sebenarnya manusia masih bisa bertahan hidup. Oleh karena itu, pangan yang dimaksud dalam kategori primer adalah ketika membuat manusia bertahan hidup selama itu memenuhi kebutuhan gizi.

3. Papan

Terakhir adalah papan. Papan berkaitan dengan tempat tinggal untuk menetap. Kenapa papan digolongkan dalam jenis kebutuhan primer adalah karena kehidupan manusia akan terancam apabila tidak tinggal di sebuah tempat.

Sebagai contoh, ketika hidup di hutan atau alam terbuka, maka manusia akan mendapatkan berbagai ancaman seperti cuaca atau serangan binatang. Jadi, rumah berfungsi melindungi manusia dari hal-hal tersebut sehingga kelangsungan hidup bisa berjalan.

Pengertian Keperluan Sekunder

Kebutuhan sekunder merupakan pelengkap dari primary need. Tujuan dari pelengkap ini adalah supaya mendapatkan kehidupan lebih baik. Sebagai contoh, rumah termasuk jenis primer. Akan tetapi, desain atau lokasi merupakan keperluan sekundernya.

Dengan kata lain, kebutuhan sekunder dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi seseorang. Selain itu, kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat juga turut berperan di dalamnya. Pada dasarnya, rumah sederhana saja sudah cukup untuk melindungi diri dari cuaca dan ancaman luar lainnya.

Akan tetapi, akan lebih baik jika di dalam rumah tersebut terdapat barang-barang pelengkap seperti lemari, peralatan dapur, kursi, meja, dan lain-lain. Contoh-contoh lain dari jenis sekunder adalah hiburan, pendidikan, serta akses kesehatan.

Pengertian Keperluan Tersier

Jenis yang terakhir adalah tersier. Banyak orang mengaitkan jenis tersier dengan kesenangan atau kemewahan. Kebutuhan ini akan coba dipenuhi oleh seseorang apabila sudah mempunyai jenis primer dan sekunder.

Secara insting alami, orang akan mencoba memenuhi kebutuhan manusia paling dasar terlebih dahulu, yakni primer, sekunder, kemudian tersier. Beberapa contoh yang kerap ditemui adalah membeli perhiasan, jalan-jalan ke luar negeri, atau mobil mewah.

Beberapa orang juga kerap mengartikan keperluan tersier hanya sekadar menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak terlalu penting. Itulah sebabnya banyak stigma negatif terkait orang ketika ingin melengkapi keperluan ini.

Padahal, dalam kasus tertentu keperluan ini bisa menjadi hal positif. Sebagai contoh, seseorang membeli perhiasan atau mobil mewah sebagai investasi. Artinya, ia akan menjual barang-barang tersebut ketika nilainya naik. Kemudian, seseorang juga jalan-jalan ke luar negeri sebagai hadiah atas kerja keras selama ini.

Jenis-Jenis Kebutuhan Lainnya

Di bagian sebelumnya, Anda telah mempelajari apa saja jenis kebutuhan berdasarkan dari tingkat prioritasnya, mulai dari primer, sekunder, dan tersier. Akan tetapi, sebenarnya masih ada pembagian lain lagi dengan sudut pandang berbeda, yakni sebagai berikut.

1. Berdasarkan sifat

Apabila dilihat didasarkan dari sifatnya, terdapat dua macam kebutuhan, yakni jasmani dan rohani. Jasmani merupakan hal yang berkaitan dengan aspek fisik tubuh manusia. Beberapa contohnya adalah istirahat, tidur cukup, makan, atau olahraga yang bertujuan agar tubuh menjadi sehat.

Sementara itu, rohani lebih berkaitan dengan aspek-aspek spiritual atau mental. Beberapa contoh kebutuhan ini antara lain saling tolong menolong, saling memahami, kedekatan dengan Tuhan, dan lain-lain.

2. Berdasarkan waktu

Kemudian, kebutuhan juga dapat dibagi berdasarkan waktu, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Jenis jangka pendek harus dipenuhi sesegera mungkin, contohnya adalah tempat tinggal, kesehatan, minuman, dan makanan.

Sebaliknya, kebutuhan jangka panjang harus dipenuhi dalam rentang waktu lebih lama. Waktu tersebut bisa bulanan ataupun tahunan. Beberapa contoh jenis ini adalah pendidikan, pengembangan diri, hobi, dan hubungan dengan orang lain.

3. Berdasarkan subjek

Pembagian yang terakhir adalah digolongkan berdasarkan subjek atau pelaku. Secara umum, terdapat jenis kebutuhan individu dan kelompok. Sesuai dengan namanya, keperluan individu bersifat personal dan setiap orang bisa berbeda-beda.

Selanjutnya, keperluan kelompok lebih berkaitan dengan sekelompok orang yang memiliki kebutuhan sama. Beberapa contohnya antara lain kebutuhan akan keamanan, kenyamanan, atau diterima dalam sebuah lingkungan.

Dengan mengetahui perbedaan kebutuhan primer, sekunder, tersier, serta penggolongan lainnya, ada berbagai manfaat bisa didapatkan. Sebagai contoh, Anda bisa menetapkan skala prioritas ketika mempunyai sumber daya tertentu.

Ketika sedang mengalami keterbatasan uang, maka sebaiknya uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer terlebih dahulu agar bisa tetap bertahan hidup. Jangan pernah mengutamakan kebutuhan tersier sebelum dua lainnya terpenuhi karena hal tersebut bisa memicu berbagai masalah dalam kehidupan.

Editor: Jinan Vania Barizky